KUALITAS PELAYANAN PENCATATAN NIKAH BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DI KABUPATEN PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

  • Raden Biroum Bernardianto Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
  • Muhidin Arifin Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Keywords: Kualitas Pelayanan, Pencatatan Nikah, Teknologi Informasi

Abstract

Penelitian ini membahas sejauh mana kualitas pelayanan pencatatan nikah berbasis teknologi informasi pada kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah. Secara lebih spesifik tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan publik yang profesional, bersih dan akuntabel dalam Pencatatan Nikah Berbasis Teknologi Informasi di Kabupaten Pulang Pisau 2) untuk mendeskripsikan dan menganalisa kualitas pelayanan publik yang professional, bersih dan akuntabel dalam Pencatatan Nikah Berbasis Teknologi Informasi di Kabupaten Pulang Pisau 3) untuk mengetahui hambatan-hambatan apa saja yang menghalangi penerapan Pelayanan Nikah berbasis Teknologi Informasi di Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif Deskriptif. penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Bersifat deskriptif yaitu dalam kajian ini, analisis terhadap informasi tidak keluar dari bahan yang diteliti yaitu bahan-bahan hasil lapangan seperti hasil-hasil wawancara, observasi maupun dokumentasi secara mendalam agar mampu mendapat data yang valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pelaksanaan Pelayanan Pencatatan Nikah berbasis Teknologi Informasi di Kabupaten Pulang Pisau tidak mengalami permasalahan serius didalamnya 2) dilihat dari segi bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan empati, seluruh KUA-KUA Kecamatan di Kabupaten Pulang Pisau memiliki keragaman permasalahanpermasalahan yang berbeda-beda di daerahnya 3) adapun hambatan-hambatan dalam pelaksanaan pelayanan pencatatan nikah berbasis teknologi informasi antara lain dari aspek sumber daya aparatur, kesadaran masyarakat serta sarana dan prasarana.

Published
2016-10-01