MODEL PERUMUSAN KEBIJAKAN ELIT TRANSFORMASIONAL PADA PERENCANAAN PEMBANGUNAN MASYARAKAT (STUDI PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI DESA TUMBANG LITING)

  • Nicodemus R Toun Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
  • Edie Surya Candra Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Keywords: Perumusan Kebijakan, Pembangunan Masyarakat Desa, Perencanaan Pembangunan

Abstract

Model Perumusan Kebijakan Elit Transformasional Pada Perencanaan Pembangunan Masyarakat (Studi Perencanaan Pembangunan Di Desa Tumbang Liting). Pentingnya desa memiliki perencanaan karena desa harus mengatur dan mengurus desa sesuai dengan kewenangannya. Artinya, perencanaan desa akan semakin memperkuat hak dan kewenangan desa sekaligus mengoptimalkan sumber-sumber kekayaan desa (aset desa) sebagai kekuatan utama membangun desa. Kemudian secara ideal telah digariskan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Desa bahwa prinsip-prinsip pengaturan desa antara lain adalah partisipasi masyarakat dan demokrasi. Hal tersebut memotivasi penulis untuk mendalami persoalan perencanaan pembangunan desa dengan menggunakan pendekatan ilmu administrasi publik, penulis dalam hal ini melakukan penelitian “tentang” kebijakan dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan pertimbangan bahwa fokus penelitian yang belum jelas sehingga perlu didalami agar dapat dimaknai konteks dan keadaannya.
Kesimpulan akhir dari penelitian penulis adalah model perencanan pembangunan desa di Desa Tumbang Liting saat ini adalah model elit. Model tersebut didasari adanya permasalahan yang meliputi : rendahnya kemampuan aparat pemerintah desa, minimnya database perencanaan, lemahnya kemampuan kelembagaan pemerintahan desa dan minimnya partisipasi masyarakat. Selanjutnya perlu dikembangkan model elit transformasional untuk mendorong nilai demokrasi dan deliberatif dalam perencanaan pembangunan desa di Desa Tumbang Liting karena lebih mengarah pada kesesuaian dengan tuntutan Undang- Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan adanya potensi penguatan partisipasi dan kelembagaan serta adanya kearifan lokal kapakat. Penulis menyarankan pada Pemerintah Desa Tumbang Liting untuk mentransformasikan model perencanaan dari model elit menjadi model yang lebih demokratis dan deliberatif dengan merevitalisasi kearifan lokal dalam prosesnya sehingga memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa beserta ketentuan perundang-undangan turunannya. Kemudian penulis sendiri akan berupaya untuk mengembangkan lembaga studi tentang desa guna melakukan inisiasi, pendampingan dan penguatan bagi pemerintahan desa dan Masyarakat Desa sebagai bagian dari tanggungjawab akademik

Published
2016-10-01